Keuntungan Bisnis dengan Target Costing

Keuntungan Bisnis dengan Target Costing

 Target costing adalah hal penting guna mencapai keuntungan bisnis atau usaha. Walau begitu, istilah target costing bisa jadi masih terdengar asing bagi sebagian orang, bahkan bagi yang berkecimpungan di dunia bisnis sekalipun.

Dalam dunia bisnis, erat kaitannya dengan produk ataupun brand berbeda, namun dengan mematok harga yang relatif sama. Meskipun harganya berbeda, tapi selisihnya tidak akan berbeda jauh.

Pengertian Target costing

Bukan hanya metode penetapan biaya. Target costing adalah teknik manajemen di mana harga ditentukan oleh kondisi pasar, produk yang homogen, tingkat persaingan, biaya peralihan dan sebagainya.

Ketika faktor-faktor ini muncul, manajemen ingin mengendalikan biaya, karena mereka hanya memiliki sedikit atau tidak memiliki kendali atas harga jual.

Rumus adalah:

Target Costing = Harga Jual – Margin Keuntungan

Sebagai ilustrasi, PT HIJKLMN adalah pemain Fast Moving Consumer Goods (FMCG) besar yang beroperasi di pasar yang sangat kompetitif. Perusahaan tersebut menjual makanan kemasan ke pelanggan akhir.

HIJKLMN hanya dapat mengenakan biaya USD20 per unit. Jika margin keuntungan yang diinginkan perusahaan adalah 10% dari harga jual, maka target biaya per unitnya sebagai berikut.

Target Profit Margin = 10% dari 20 = USD2 per unit

Target Costing = Harga Jual – Margin Keuntungan (USD20 – USD2)

                            = USD18 per unit

Tujuan Target costing

Tujuan utama dari penetapan adalah untuk memungkinkan manajemen menggunakan perencanaan biaya proaktif. Maksudnya, biaya direncanakan dan dihitung di awal siklus desain dan pengembangan alih-alih daripada selama tahap pengembangan dan produksi produk selanjutnya.

Lebih rinci, sejumlah tujuannya adalah sebagai berikut:

1. Mengurangi biaya

Salah satu tujuan ialah mengurangi jumlah biaya pembuatan produk baru. Dengan begitu, entitas bisnis bisa meningkatkan keuntungannya.

2. Memotivasi karyawan

Tujuan berikutnya adalah memotivasi seluruh karyawan untuk turut serta mencapai target laba. Upaya pemenuhan target ini akan terlihat di banyak aktivitas operasional bisnis.

3. Menentukan harga jual produk yang kompetitif

Penetapan target costing dapat menjadi metode yang efektif untuk menetapkan harga suatu produk. Penetapan memungkinkan pelaku bisnis menemukan harga jual yang memenuhi kebutuhan profitabilitas mereka.

Ini memungkinkan pelaku usaha hanya bergerak maju dengan proyek-proyek yang memiliki potensi untuk memenuhi target keuntungannya.

4. Melacak biaya produksi

Penetapan target costing menekankan pada nilai yang diberikan pelanggan pada produk atau layanan entitas bisnis. Dengan menggunakan informasi ini, pelaku bisnis dapat menilai proses manufaktur mereka.

Penilaian ini berguna untuk mengidentifikasi apakah struktur saat ini memungkinkan perusahaan menyediakan produk atau layanan pada titik harga tersebut sambil mempertahankan profitabilitas yang efektif.

5. Tetap fokus dengan pelanggan

Proses penetapan juga dapat membantu perusahaan untuk tetap berfokus kepada pelanggan. Hal ini karena penetapan target costing mendasarkan biaya produk pada harga yang di harapkan pelanggan.

Ini dapat membantu pelanggan merasa bahwa perusahaan menghargai mereka. Tak kalah penting,  juga dapat memungkinkan pelanggan untuk membeli produk dengan harga terjangkau.

Kelebihan Target Costing

Dalam industri seperti FMCG, konstruksi, perawatan kesehatan, dan energi, persaingan begitu ketat sehingga harga ditentukan oleh penawaran dan permintaan di pasar.

Produsen tidak dapat mengontrol harga jual secara efektif. Mereka hanya dapat mengendalikan, sampai batas tertentu, biaya mereka sehingga fokus manajemen adalah memengaruhi setiap komponen produk, layanan, atau biaya operasional.

Sejumlah kelebihan yang bisa di terima oleh entitas bisnis bila menerapkan target costing antara lain:

  1. Menunjukkan komitmen manajemen untuk melakukan perbaikan proses dan inovasi produk. Dengan begitu, perusahaan berpotensi untuk mendapatkan keunggulan kompetitif.
  2. Produk di buat dari harapan pelanggan. Oleh sebab itu, biayanya juga didasarkan pada lini yang serupa. Dengan demikian, pelanggan merasa lebih banyak nilai yang di sampaikan.
  3. Dengan berlalunya waktu, operasional perusahaan meningkat secara drastis dan menciptakan skala ekonomi.
  4. Pendekatan perusahaan untuk merancang dan membuat produk menjadi berbasis pasar.
  5. Peluang pasar baru dapat di ubah menjadi nilai terbaik daripada sekadar mewujudkan biaya terendah.
  6. Dengan penetapan target costing, tim manajemen memiliki alat yang ampuh untuk terus memantau produk dari saat mereka memasuki fase desain dan seterusnya sepanjang siklus hidup produk mereka.

Kapan Harus Melakukan Target Costing?

Ini biasa di manfaatkan selama tahap perencanaan terjadi dan menuntun dalam hal pemilihan produk serta proses desain produk yang lebih baik. Sehingga, nantinya akan menghasilkan sebuah produk yang bisa di produksi dengan biaya yang sudah di tentukan.

Juga dapat di mulai dengan menaksir harga produk yang dapat menggambarkan fungsi, atribut produk, dan juga kekuatan pesaing. biasanya di lakukan ketika perusahaan telah menentukan harga jual.

Inilah yang membedakannya dengan target pricing yang di lakukan setelah perusahaan menetapkan. Target pricing dapat berhasil saat perusahaan telah menetapkan. Tersebut dengan sebaik mungkin.

Bisnis