Pengertian Produktivitas Kerja, Faktor, dan 5 Cara Mengukurnya

Pengertian Produktivitas Kerja, Faktor, dan 5 Cara Mengukurnya

Pengertian Produktivitas Kerja – Produktivitas kerja adalah kata kunci dalam perusahaan. Di perusahaan mana pun, setiap karyawan biasanya di tuntut untuk melakukan aktivitas produktif. Jika karyawan produktif, akan berdampak baik bagi perusahaan, minimal, akan meningkatkan angka penjualan. Namun, belum tentu setiap karyawan bisa produktif terus-menerus. Ada kalanya menurun sehingga butuh stimulus untuk meningkatkan produktivitas kinerja karyawan.

Lalu, bagaimana strategi meningkatkan produktivitas karyawan? Bagaimana pula cara mengukur produktivitas kerja karyawan? Sebelum menjawab dua pertanyaan di atas, Anda perlu mengetahui penjelasan mengenai definisi dari produktivitas kerja.

Pengertian Produktivitas Kerja

Secara umum, produktivitas kerja adalah mengukur kualitas dan kuantitas dalam satuan tertentu untuk mencapai hasil secara efektif. Dengan demikian, produktivitas ini berkaitan dengan input dan output.

Hal ini bisa di lihat dari proses yang membutuhkan bahan dan waktu cukup lama. Ada dua elemen yang termasuk dalam produktivitas kerja yaitu pertama, efektivitas yang berkaitan dengan unjuk kerja maksimal. Kedua, efektivitas yang berkaitan dengan input dan realisasi penggunaannya.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produktivitas Kerja

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja yaitu:

     1. Pengetahuan

Salah satu hal yang membantu produktivitas kerja adalah pengetahuan. Ada dua cara untuk mendapatkan pengetahuan. Pertama dari pengetahuan formal dan kedua dari pengetahuan non-formal.

Dari pengetahuan, seseorang akan memperoleh keterampilan seperti daya pikir dan daya juang, untuk memecahkan masalah dan mengambil keputusan.

     2. Keterampilan

Jika ingin turun ke dunia kerja, ada hal lain yang menjadi bekal seseorang selain pengetahuan yaitu keterampilan. Untuk mendapatkan keterampilan, bisa belajar otodidak atau mengikuti kursus tertentu.

Perusahaan lebih menyukai orang-orang yang memiliki keterampilan daripada yang sama sekali tidak punya. Sebab, akan membuat aktivitas kerja menjadi lebih lancar.

     3. Kemampuan

Kemampuan mencakup dua hal yaitu pengetahuan dan keterampilan. Untuk melihat karyawan apakah memiliki kemampuan atau tidak, sebenarnya dapat di lihat ketika mendapatkan masalah. Apa saja hal-hal yang akan di lakukannya untuk memecahkan masalah.

Selain itu, juga bisa di lihat ketika mereka akan mengambil keputusan. Jika karyawan memiliki kemampuan yang baik, akan mudah untuk memecahkan masalah dan mengambil keputusan

     4. Sikap

Jika karyawan ingin bertahan lama di perusahaan, perlu menunjukkan sikap yang baik. Maksudnya, sesuai syarat dan ketentuan yang telah tercantum di perusahaan.

Sikap baik dapat di tunjukkan dengan masuk kantor tepat waktu, disiplin, dan tidak pernah telat. Tentu saja ini menjadi ciri karyawan yang baik.

     5. Perilaku

Untuk mengetahui perilaku karyawan baik biasanya berbanding lurus dengan sikap. Jika sikapnya disiplin, patuh dengan aturan yang berlaku, perilaku karyawan pun biasanya baik.

Jika perilaku baik, akan berdampak positif terhadap produktivitas kerja sehingga juga akan berdampak baik pada peningkatan penjualan produk.

Cara Mengukur Produktivitas Kerja

Ada beberapa cara untuk mengukur produktivitas kerja yaitu:

     1. Kuantitatif

Metode ini biasanya identik dengan angka. Jika hendak menggunakan metode kuantitatif, mengukur produktivitas kerja lebih kepada divisi tertentu seperti pengepakan produk, distribusi produk, hingga bagian produksi. Untuk lebih jauh, bagian supervisi mampu melihat hasil produktivitas dari standar produksi dan distribusi karyawan.

     2. Kualitatif

Jika hendak mengukur produktivitas tersebut dengan metode kualitatif, hasilnya akan lebih subjektif. Seperti menganalisis jumlah komplain pelanggan, dan jumlah kesalahan pada bagian produksi.

Metode ini sebenarnya paling cocok di gunakan untuk aktivitas yang membutuhkan analisis, tingkat akurasi, dan ketepatan. Sebagai contoh, quality control, maintenance, perawatan, dan penjaminan mutu.

     3. Produktivitas Penjualan

Tidak dapat di mungkiri bahwa cara mudah untuk mengukur produktivitas kerja melalui target penjualan. Divisi yang bertanggung jawab akan hal ini adalah sales atau marketing. Ini bisa di lihat dengan cara melihat seberapa banyak keuntungan yang di peroleh perusahaan.

Target penjualan dapat di lihat dengan perbandingan jumlah penjualan dalam kurun waktu tertentu. Kemudian, bisa di lihat pula dengan jumlah konsumen baru.

     4. Target Manajemen

Ada target penjualan, tetapi ada pula target manajemen. Ini dua hal yang berbeda. Target manajemen mempunyai strategi dan taktik yang lebih rumit. Selain itu, membutuhkan waktu yang jangka panjang.

Sebagai contoh, manajemen memutuskan untuk menurunkan biaya produk. Kemudian, menjangkau wilayah pelanggan yang lebih luas dan menaikkan target pendapatan dari 15% menjadi 20%.

     5. Menghitung Keuntungan

Satu hal yang perlu diingat adalah apabila target penjualan meningkat maka belum tentu target keuntungan tercapai. Sebab, biasanya ada penambahan biaya operasional. Metode ini dapat diterapkan kepada seluruh divisi.

Nah, artikel diatas menjelaskan tentang pengeerian produktivitas kerja yang harus kalian ketahui dan kalian fahami.

Produktifitas